MINUT Busercrime.com- Sesuai dengan apa yang direncakan pembangunan jalan dan jembatan Sawangan Sampiri Kuwil Dan Perkamil yang dikerjakan oleh PT Sarana Gita Sentosa, sepertinya tidak selesai dan tidak sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
Hal itu terlihat ketika kondisi fisik pengerjaan pembangunan jalan dan jembatan tersebut tidak mencapai apa yang diharapkan dan bisa dikatakan tidak selesai sampai akhir.
Pembangunan jalan dan jembatan yang dilaksakan oleh perusahaan PT Sarana Gita Sentosa tersebut, menelan dana APBD 2015 Kabupaten Minahasa Utara sebesar Rp 4.843.672.000 dengan jumlah 60 hari kalender, dinilai tidak layak dan tidak sesuai Spesifikasi.
Hal ini ditegaskan JEFRAN Herodes de’Jong aktivis Lembaga Investigasi – Tindak Pidana Korupsi dan Hukum Aparatur Negara (LI – TIPIKOR), pembangunan jalan dan jembatan ini adalah sebagai sarana penunjang transportasi yang menghubungkan dari Desa Kuwil sampai Perkamil. Akan tetapi pekerjaannya tidak selesai.
"Dari Jumlah jembatan yang dikerjakan sampai saat ini tidak diketahui, tetapi setelah ditelusuri hanya dikerjakan 1 jembatan ditambah ada kejanggalan dalam papan Proyek. Masa dana 4 miliar lebih dikerjakan hanya dalam waktu 60 hari. Ini jelas sudah tidak masuk akal," kata Jefran.
Lebih Lanjut Jefran mengatakan, Jalan pada jembatannya tidak di aspal hanya dibiarkan begitu saja. "Ini jelas sudah melanggar aturan. Setiap jembatan harus di aspal Hot Mix, apalagi ini merupakan akses dari desa kekota" ujarnya.
.
"Saya berharap agar semua pihak yang berwajib harus menyelidiki proyek ini karena mungkin ada unsur Korupsi sehingga bisa sesegera mungkin ditindak lanjuti, karena ini untuk kepentingan umum" tambah Jefran.
Artinya pengerjaan yang dilakukan oleh PT Sarana Gita Sentosa tidak sesuai dengan standar kerja yang diberlakukan oleh pihak pemerintah sebagai pengendali program pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana dan harus diusut karena ada unsur korupsi didalamnya.
Senada dengan itu, masyarakat Kuwil dalam pengaakuannya, tidak ada pembuatan jembatan di desa tersebut yang menghubungkan sampai Perkamil. "Tidak ada pembuatan jembatan dari sini sampai di Perkamil, kalau di bikin, ada 2 jembatan sebenarnya." ungkap beberapa masyarakat setempat.
Sementara PT Sarana Gita Sentosa yang bergerak dibidang Kontruksi pekerjaan sarana dan prasarana tersebut ketika akan dikonfirmasi media Buser Crime terkait Proyek ini, sampai sekarang, belum diketahui keberadaannya.
Terpisah dari itu, Kepala dinas PU Minahasa Utara Steven Koloay, ketika dikonfirmasi terkait Proyek tersebut, sampai saat ini tidak bisa ditemui, dan terkesan menghindar, sampai berita ini diturunkan.
(Jerry/Lck/fL)
0 komentar:
Posting Komentar